Artikel
Stick Waluh Produk Unggulan Desa Gadung
LABU KUNING atau WALUH
Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan salah satu jenis buah yang kerap dikonsumsi sebagai campuran kolak, kue, sup, dan puding. Selain itu, buah ini juga bisa diolah dengan cara dikukus, ditumis, hingga dipanggang atau dibakar. Labu atau waluh merupakan jenis tanaman menjalar, hasil buah tanaman labu adalah salah satu komoditas pertanian yang bisa digunakan sebagai bahan pangan alternatif.
Tanaman labu populasi di sekitar Indonesia mudah didapati, tanaman ini bisa tumbuh liar dipekarangan karena termasuk tanaman yang tahan dari serangan penyakit atau perubahan iklim suhu.
Labu atau waluh merupakan jenis tanaman menjalar, hasil buah tanaman labu adalah salah satu komoditas pertanian yang bisa digunakan sebagai bahan pangan alternatif.
Tanaman labu populasi di sekitar Indonesia mudah didapati, tanaman ini bisa tumbuh liar dipekarangan karena termasuk tanaman yang tahan dari serangan penyakit atau perubahan iklim suhu.
Tak hanya dagingnya, biji labu kuning juga dapat diolah menjadi camilan sehat yang bernilai gizi tinggi. Dalam seporsi labu kuning atau setara sekitar 250 gram, terkandung 50 kalori dan beragam nutrisi berikut ini:
- 2 gram protein
- 12–15 gram karbohidrat
- 0,1 gram lemak
- 2,5 gram serat
- 800–900 mikrogram vitamin A
- 20 miligram vitamin C
- 50 miligram kalsium
- 25 miligram magnesium
- 400–500 miligram kalium
- 0,7–1 miligram zinc
- 1,5–2 miligram zat besi
Labu kuning juga mengandung vitamin B, vitamin K, folat, serta beragam antioksidan, seperti antosianin, lutein, kolin, dan karoten. Berkat kandungan nutrisinya yang cukup lengkap, labu baik dikonsumsi oleh siapa pun, baik anak-anak, orang dewasa, dan ibu hamil.
Dengan melihat banyaknya kandungan manfaat dalam labu kuning dan dalam upaya mengangkat citra dari labu kuning sebagai makanan alternatif perlu kreatifitas dari setiap pelaku industri makanan. Salah satunya adalah membuat stik dari labu kuning menjadi stik sebagai salah satu peluang usaha.
PEMBUATAN STICK WALUH
Bahan-bahan:
- Tepung yang memiliki protein rendah
- Labu kuning yang sudah dihaluskan
- Tepung tapiokan
- Kuning telur
- Beberara siung bawnag merah yang dihaluskan
- Garam secukupnya
- Keju cheddar parut
- Kaldu bubuk
Cara Membuat:
- Ayak tepung dan tapioka, tambahkan labu kuning, kuning telur, keju, bawang merah, garam, penyedap uleni sampai berbulir.
- Jika sudah berbulir siap di giling di gilingan mie. Ambil adonan di tekan tekan membentuk bola atau persegi kemudian giling dengan roll pin. Setelah agak tipis boleh di masukan ke gilingan mie.
- Ulangi dua-tiga kali sampai halus sampai bisa sambil ditaburi tepung supaya tidak lengket.
- Setelah selesai pindahkan ke gilingan cetakan mie pasta. Kalau ingin pendek saat adonan keluar bisa di potong, ulangi sampai adonan habis.
- Kemudian siapkan minyak panas. Adonan siap di goreng dengan api kecil setelah mulai menguning dan matang siap di sajikan.
Sosialisasi Kreatif Menabung Menggunakan Metode "Tabungan Target" Pada Anak-Anak
Mahasiswa KKN UNUSA Gelar Sosialisasi Digital Marketing dan Branding Produk di Desa Gadung
Terapi Penyakit Stroke Dan Hipertensi Dengan Senam Lin Tien Kung Di Desa Gadung
Jangan Panik Ketika Diare, Oralit Siap Membantumu
Mahasiswa UNUSA Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis Untuk Lansia Di Desa Gadung Gresik
Melalui “Rembuk Stunting” Desa Gadung, Mahasiswa KKN UNUSA Sosialisasikan Upaya Pencegahan Stunting
Gelar Penyuluhan PHBS : Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Cuci Tangan, Gosok Gigi dan Pembuatan Oralit
Penjual Nanas Tewas dengan Luka Lebam di Pasar Gadung Gresik, 2 Orang Ditangkap
Sosialisasi Digital Safety: Bahaya Phising oleh Mahasiswa KKN Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Komunitas Trail di Gresik Bakal Salurkan Hobi Sekaligus Baksos Pembangunan Masjid
Kreativitas PKK Mirah Delima Desa Gadung Menuai Hasil Menggembirakan
Polsek Driyorejo Amankan Kasus Perjudian Di Desa Gadung
Pelatihan Desain Grafis Menggunakan Canva di SMP Diponegoro: Sukses Memikat Antusiasme Siswa!

